BANDUNG, USTADZ NEWS – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan derasnya arus media sosial menuntut adanya benteng moral yang kokoh bagi anak-anak dan remaja. Lembaga pendidikan Islam dan para praktisi parenting menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah sebagai landasan berfikir kritis dan berakhlak mulia.
Salah satu nilai utama yang terus disosialisasikan adalah budaya tabayyun (verifikasi informasi sebelum menyebarkan). Konsep Qurani ini dinilai sangat relevan dengan upaya nasional memerangi hoaks, ujaran kebencian, dan konten manipulatif di ranah digital.
Peran Sinergis Rumah Tangga dan Sekolah
Guru Besar Pendidikan Islam menyatakan bahwa keteladanan orang tua di rumah merupakan madrasah pertama yang tak tergantikan. Melalui komunikasi hangat, pembiasaan ibadah bersama, serta literasi digital yang terarah, generasi muda diajak memanfaatkan teknologi sebagai sarana menuntut ilmu dan berdakwah secara santun.
“Generasi yang unggul adalah mereka yang cerdas otaknya dan bersih hatinya. Kita ingin melahirkan generasi berwawasan global yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan,” pungkasnya.